Jumat, 15 September 2017

Book Review: You Had Me at "Hello"

26073766. sy475

Judul: You Had Me at “Hello”

Penulis: Indah Hanaco

Penerbit: Elexmedia Komputindo

Tahun Terbit: 2015

Tebal: 360 halaman

No. ISBN: 978-602-02-7005-0

Rating: 4 / 5


Kamu…serius mau menikah denganku? – Hal. 2

    Inanna Grace, sulung dari kembar identik yang kerap menimbulkan masalah. Ina dan saudari kembarnya, Zora Estrid membuat ayah mereka pusing. Kuliah yang tidak kunjung selesai di usia 23, hobi belanja yang gila hingga kegemaran mereka untuk pergi ke klub-klub trendi bersama Milly dan Uci.

    Suatu hari, Ina dan Zora harus menerima hukuman dari kekacauan yang ditimbulkan. Sebuah perjodohan. Dan ayah mereka tidak pernah main-main dengan ucapannya.

    Kemudian Ina terlibat kecelakaan yang membuat mobilnya rusak parah. Selain itu pengemudi yang ditabraknya harus dilarikan ke rumah sakit.

    Ina ingin bicara, setidaknya untuk meminta maaf. Tapi di pertemuan itu, Ina tertegun menatap sepasang mata berwarna biru laut yang juga menatapnya tajam.

**

    Pernikahan atau perjodohan bukan hal yang baru lagi di genre romance, ada banyak sekali cerita-cerita yang mengangkat hal serupa. Begitu juga dengan buku ini. Terfokus pada kehidupan pernikahan Ina dan Alistair, penulis memperkenalkan kita pada keduanya.

    Bagi saya, selama penulisnya mampu mengolah topik-topik yang ada walaupun sudah sering digunakan di karya-karya lain, tidak masalah. Seperti Indah Hanaco yang menurut saya punya ciri tersendiri dalam bertutur di buku ini. Dari awal halaman yang dibuka dengan sebuah prolog, saya berhasil dibuat penasaran.

    Buku ini dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan sudut pandang. Bagian pertama dan ketiga menggunakan sudut pandang orang ketiga, sementara bagian kedua bercerita dari sudut pandang Ina. Sayangnya  sosok Alistair kurang dibahas lebih dalam baik dari keseharian maupun perasaannya. Apalagi dengan penggambaran Alistair yang cenderung diam dan tenang, saya masih sulit untuk tahu perasaannya.

    Saat cerita akhirnya sampai di konflik, menurut saya masih kurang. Simpati untuk Ina dan Alistair tidak terlalu kuat. Juga kemunculan Emily yang rasanya hanya sebagai tambahan kecil di pernikahan Ina dan Alistair. Emily seperti muncul dan pergi dengan sangat cepat, jadi peranannya kurang kuat di cerita.

    Ada beberapa kata yang tidak familiar bagi saya seperti menyembilu, mengecimus, dan menghidu yang jika diartikan secara berurutan adalah tajam sekali, mencibir, dan menghirup. Juga ada kesalahan di satu kalimat pada halaman 341, Pagi itu Ina membawa Alistair turun ke ruang tamu… Seharusnya di sana adalah Marvell, bukan Alistair.

    Walaupun ini pertama kalinya saya membaca karya Indah Hanaco, tapi You Had Me at “Hello” meninggalkan kesan yang bagus. Selain karena gaya bertutur, juga karena kepribadian tokohnya. Pengecualian khusus untuk Alistair, karena walaupun saya suka sama dia tapi rasanya Alistair susah untuk jadi nyata. Too good to be true.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar