Minggu, 18 Mei 2014

Book Review: Who are You?

22032526Judul: Who are You?

Penulis : Lim Eun Hee

Penerbit : Penerbit Haru

Penerjemah : Vina Marlia

Cetakan : Pertama

Tahun terbit : 2014

Tebal : 320 halaman

No. ISBN : 978-602-7742-33-8

 

Jangan hanya jalani cinta yang menyedihkan… Kalau terlahir kembali, kumohon jangan hanya jalani cinta yang menyedihkan. – Hal. 20

Song Ah Ri, seorang wanita 26 tahun yang suka sekali merengek jika keinginannya tidak terpenuhi dan membuat lawan bicaranya gusar. Ah Ri mudah sekali menangis. Bahkan saat Go Ah Sung-pacarnya-memutuskan hubungan mereka, ia menangis sambil bergelayut di tiang telepon umum tanpa peduli pandangan orang-orang. Won Hee, sahabatnya pun dibuat pusing dengan tingkahnya itu.

Namun, Ah Ri selalu bermimpi tentang seorang pria. Bermimpi saat jantung pria itu berhenti berdetak dan terbangun dengan air mata yang sudah membasahi pipi.

Di hari yang sama saat hubungannya dengan Ah Sung berakhir, air mata Ah Ri mengalir tanpa sebab saat melihat seorang pria di atas tandu yang dimasukkan ke dalam ambulans.

Sedangkan Yoon Ian adalah seorang pangeran pengangguran yang terus-menerus terbelenggu dengan bayangan masa lalunya bersama Jung Gyu Wan dan Kim Gana. Rasa bersalahnya membuat ingin bunuh diri. Sampai Ian bertemu dengan wanita yang tiba-tiba menangis di hadapannya, semuanya berubah. Yoon Ian yang biasa menjauh dari wanita, justru penasaran dengan wanita itu.

**

Pertama, saya suka sekali dengan cover-nya. Cantik. Warna ungu yang dipadukan dengan putih, juga ilustrasi pria dan wanitanya sangat menarik perhatian. Pembatas bukunya juga cantik.

Novel karya Lim Eun Hee ini dibuka dengan prolog yang membuat saya penasaran. Tentang seorang pria dan wanita yang terlihat saling mencintai, pria yang sekarat dan wanita yang menangis melihat kondisi kekasihnya.

Ada dua hal yang membuat saya penasaran, yaitu keterkaitan antara Ah Ri dan Ian yang membuat Ah Ri terus bermimpi tentang Ian juga masa lalu Ian serta Kim Gana yang berkaitan dengan Jung Gyu Wan. Namun, hal mengenai mimpi Ah Ri tidak dibahas lebih lanjut lagi sehingga saya merasa ada yang kurang dari ceritanya.

Saya tidak terlalu menyukai karakter Ah Ri yang mudah menangis dan menurut saya sedikit manja, tapi saya suka dengan sikapnya yang perlahan-lahan berubah menjadi dewasa. Juga Ian, ada beberapa dari tingkahnya yang menurut saya itu manis, dan membuat saya beberapa kali tersenyum karenanya. Namun, di antara tokoh-tokohnya saya memilih Won Hee sebagai tokoh favorit karena sikapnya yang sabar dan dewasa juga perhatian terhadap Ah Ri. Walaupun Won Hee tidak memiliki porsi yang begitu besar dalam cerita, namun dia menjadi favorit saya. Sungguh beruntung karena Ah Ri bisa memiliki teman bahkan sahabat seperti Won Hee.

Ada beberapa kesalahan penulisan yang saya temukan. Pada halaman 134-135 nama tokoh yang seharusnya Jung Gyu Wan ditulis Jung Gyu Won. Saya sampai melihat kembali ke halaman sebelumnya untuk memastikan nama tokoh tersebut. Pada halaman 129 kata dbawanya seharusnya ditulis dibawanya. Dan ada pengulangan penulisan sehingga yang seharusnya ini di cerita menjadi ini ini (hal. 191)

Terjemahan novel ini mudah dimengerti walaupun ada beberapa bagian yang saya rasa kurang. Namun, secara keseluruhan saya sangat menikmati jalan ceritanya. Saya suka dengan interaksi antara Ah Ri dan Ian yang sederhana dan terkadang aneh itu. Oh, iya. Saya sangat senang dengan kehadiran Kang Shin Tae yang berhasil membuat Kim Gana ketakutan. Kenapa? Baca cerita lengkapnya di novel Who Are You ini, ya!

Beberapa kalimat yang saya suka dalam novel ini :

Terkadang manusia mempunyai sifat kejam yang terbentuk secara alami. Meskipun tak ada yang mengajari cara untuk mengakhiri suatu hubungan, tapi mereka bisa belajar dengan sendirinya. – Hal. 14

Mengetahui tentang seseorang tapi orang tersebut tidak mengenal kita adalah masalah besar. – Hal. 58

Kalau mau menangis, menangislah. Tuhan pasti mengerti kalau kita sedang sedih. Kalau kita menahan perasaan seperti itu, bagaimana orang bisa tahu saat kita sedih atau sakit? – Hal. 135

Orang yang terlihat lemah pun bisa melawan dan menjadi tegar. – Hal. 148

Akal sehat tak bisa memaksa hati nurani. – Hal. 183

Untuk novel ini, saya beri 4 bintang.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar